oleh

Nglinting Bareng, Sarana Bhabinkamtibmas Kalikajar Sosialisasikan Kamtibmas

-polisi-23 1500 views

Bharindo.co.id WONOSOBO – Berbagai upaya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polri untuk menyosialisasikan kamtibmas kepada masyarakat. Salah satu contohnya adalah yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Kalikajar Polres Wonosobo yang menggunakan sarana ‘nglinting bareng’. Nglinting dalam pemahaman warga Wonosobo berarti membuat rokok tembakau dengan berbagai bahan tambahan seperti cengkeh maupun kemenyan. Sebagai budaya yang lekat dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas menilai metode ini merupakan salah satu cara jitu mengkampanyekan penciptaan kamtibmas yang aman.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Kalikajar AKP Aris Kristiyanto, S. H. melalui Bhabinkamtibmas Desa Mangunrejo Aipda Eko Rahmad, yang ditemui ditengah acara nglinting bareng warga di Pasar Desa Mangunrejo pada Kamis (24/11) siang.

“Berbagai upaya penciptaan kamtibmas melalui sosialisasi telah kami lakukan. Salah satunya dengan kegiatan nglinting bareng ini. Sejauh yang dilaksanakan, cara seperti ini kami nilai lebih berhasil menarik perhatian masyarakat karena menyentuh budaya serta tradisi yang ada, ” ungkap Aipda Eko Rahmad.

“Ketika kami sudah berhasil menghilangkan sekat dan jarak diantara Polri dan masyarakat, tentunya kami akan lebih mudah dalam memberikan himbauan maupun sosialisasi kepada mereka, ” terangnya kemudian.

“Kami juga berniat untuk mengangkat salah satu kearifan lokal Kecamatan Kalikajar yaitu tembakau garangan,” lanjutnya. “Saat ini tembakau garangan mulai terkikis oleh rokok buatan pabrik di kalangan masyarakat. Tercatat hanya tinggal 3 desa di Kalikajar saja yang memproduksi tembakau garangan. Di Kecamatan lain bahkan sudah tidak ada sama sekali, ” terangnya.

Sebagai informasi, tembakau garangan adalah tembakau yang diproses dengan cara diprès menggunakan alat dan kemudian digarang / dipanggang selama lebih dari 20 hari. Hasilnya, tembakau akan mengeras dan membentuk balok-balok kotak ukuran 60 cm X 40 cm X 5 cm dengan berat rata-rata 6 Kg. Tembakau hasil pengolahan ini dikenal memiliki tingkat nikotin yang cukup tinggi dan dikonsumsi sebagai rokok dengan campuran kemenyan. Saat ini hanya tinggal lebih kurang 100 orang saja yang masih setia menjadi pengrajin tembakau garangan yang hanya tersebar di 3 désa di Kecamatan Kalikajar.

Lanjut dijelaskan oleh Bhabinkamtibmas Mangunrejo, program ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 2018 namun terhenti karena pandemi covid-19. “Kami kembali merintis ulang program ini dengan harapan mendapat sambutan yang bagus, baik dari masyarakat maupun instansi tingkat atas. Karena secara tidak langsung juga membantu perekonomian petani tembakau serta pengrajin garangan, ” paparnya.
Senada dengan yang disampaikan Bhabinkamtibmas Mangunrejo, warga masyarakat juga menyambut baik adanya kegiatan seperti ini. Salah seorang warga Désa Mangunrejo, Pambudiyono (40 th) mengungkapkan dengan kegiatan seperti ini masyarakat lebih mau dekat dengan polisi. “Tadinya segan kalau hanya ngobrol biasa. Tapi waktu diajak nglinting bareng, rasanya jadi lebih akrab. Benar-benar salut dengan Pak Polisi yang mau duduk bersama dan nglinting dengan kami, ” ungkapnya. (budhi***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed