oleh

KNPI: DPRD Lotim Hanya Membual dan Tidak Memperjuangkan Nasib Rakyat

-Politik-28 1500 views

Bharindo NTB – Wakil Ketua Bid. Partisipasi dan Pembangunan Daerah DPD KNPI, Andi Budiman, S.H, menangkis tanggapan dari Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan, S.Pd perihal klaimnya atas telah dilakukannya pemangkasan anggaran legislatif hingga 50 persen, Selasa (11/05/2020).

Ungkapan Ketua DPRD Lombok Timur, Murnan, S.Pd, yang mengatakan jika anggaran di lembaga yang dipimpinnya telah dipangkas hingga 50 persen, dan kemungkinan akan direfocusing kembali pada pembahasan anggaran ketiga, dibantah keras oleh Andi Budiman.

Menurutnya, Ketua DPRD Lombok Timur tidak mengutarakan apa yang sebenarnya terjadi, bahkan menurutnya Murnan terlalu vulgar dalam membangun retorika dan narasi yang nir-kebenaran.

“Keterangan yang disampaikan oleh ketua DPRD cukup bagus, tapi dalam konteks permasalahan utama, sangat jelas beliau cerdas memainkan kata untuk menutupi kepentingan pribadi anggota dewan yang terhormat,” sesalnya.

Andi Budiman lebih dalam mengungkapkan kritiknya terhadap ungkapan Ketua DPRD tentang sarannya agar pemerintah pusat untuk mengintervensi anggaran Covid-19 di Lombok Timur.

“Menekan pemerintah pusat juga kewajiban DPRD, tapi bersamaan dengan itu, alangkah bijak jika mereka mau menangguhkan pengadaan sarung Bansos DPRD yg dititipkan di Dinas Sosial,” katanya.

Dirinya menambahkan Bansos DPRD Lombok Timur berupa kain sarung saat ini bukan kebutuhan mendesak masyarakat, malahan Ia menduga ada indikasi permainan bawah meja antara anggota DPRD dengan tangan ketiga selaku pihak yang mengadakan barang tersebut.

“Saya kira masyarakat kita lebih memerlukan sembako daripada sehelai sarung. Sarung itu tidak bisa dimakan, apalagi pelindung dari Corona, wabah ini hanya bisa dilawan dengan Physical distancing dan asupan gizi yang baik, bukan dengan sarung yang baru,” ungkapnya geram.

Lebih jauh, dirinya menyarankan agar DPRD Lombok Timur berhenti untuk menyuarakan hal yang tidak senyatanya terjadi.

“Berhentilah para dewan terhormat untuk  membuai rakyat dengan ucapan  pemanis belaka, kita ingin melihat aksi nyata dan kebesaran hati para anggota dewan untuk menunda pengadaan sarung yang sejatinya tidak dibutuhkan, jika melihat situasi saat ini,” ungkapnya.

Ia mengimbuhkan lebih jauh agar semestinya DPRD Lombok Timur untuk fokus dalam membantu Pemkab guna mengalihkan alokasi dana pengadaan sarung, pada bidang yang lebih mendesak dan esensial sesuai kebutuhan saat ini.

Andi bahkan menyatakan, jika hal ini tidak diindahkan oleh DPRD Lombok Timur, maka jelas, sikap para anggota DPRD tidak berpihak pada rakyat dan semakin menanamkan citra buruk lembaga terhormat pada benak masyarakat.

“Jika memang DPRD tetap tidak bergeming untuk mengalihkan dana aspirasinya untuk pengadaan sembako, maka jelas noda hitam itu semakin dalam membekas di tengah nasib rakyat yang tertindas oleh Corona ini, jika itu terjadi maka saya setuju lebih baik DPRD kita tidak ada sama sekali dan dibubarkan saja,” tutup Andi Budiman. (Sumber : www.corongrakyat.co.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed