Tiga PMA Pesantren Diterbitkan Kemenag

Redaksi   |   PENDIDIKAN  |   Rabu, 23 Desember 2020 - 04:34:05 WIB   |  dibaca: 1114 kali
Tiga PMA Pesantren Diterbitkan Kemenag

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Waryono Abdul Ghafur

Jakarta (Bharindo) Kementerian Agama terbitkan  tiga Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang pesantren. Tiga regulasi ini merupakan turunan dari Undang-Undang No 18 tahun 2019 tentang Pesantren.

“Semoga terbitnya tiga PMA ini menjadi momentum, tidak hanya terkait rekognisi, tapi juga penguatan dan pemberdayaan pesantren di masa yang akan datang,” terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, di Jakarta, Selasa (22/12).

“Alhamdulillah, setelah melalui proses panjang, akhirnya tiga PMA yang mengatur tentang pesantren bisa diterbitkan Kementerian Agama. Ketiga PMA ini telah ditandatangani oleh Menteri Agama Fachrul Razi pada 30 November 2020,” lanjutnya.

Ketiga regulasi tersebut adalah PMA No 30 tahun 2020 tentang Pendirian dan Penyelenggaraan Pesantren (diundangkan pada 3 Desember 2020), PMA No 31 tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren (diundangkan pada 30 November 2020), dan PMA No 32 tahun 2020 tentang Ma’had Aly (diundangkan pada 3 Desember 2020). 

Menurut Waryono, penyusunan ketiga PMA ini telah melalui beberapa serial pembahasan, utamanya dengan kalangan pesantren dan ormas Islam. Selain itu, telah digelar juga tiga kali uji publik hingga akhirnya dilakukan harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. 

PMA tentang Pendirian Pesantren, jelas Waryono, antara lain mengatur klasifikasi pesantren, terdiri atas pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk pengkajian kitab kuning, pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk Dirasah Islamiah dengan pola pendidikan Muallimin, atau pesantren yang menyelenggarakan pendidikan dalam bentuk lain yang terintegrasi dengan pendidikan umum. Ketiga jenis pesantren ini dapat didirikan oleh perorangan, yayasan, ormas Islam, atau masyarakat.

“Pesantren harus didirikan atau dimiliki oleh umat Islam, baik yang didirikan oleh perseorangan, yayasan, ormas, maupun masyarakat,” tegas Waryono.

“Pendirian pesantren wajib berkomitmen mengamalkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dan berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika,” sambungnya. 

Hal lain yang harus dipenuhi dalam pendirian lembaga pendidikan keagamaan khas Indonesia ini adalah unsur pesantren. “Penyelenggaraan pesantren harus memenuhi unsur paling sedikit: kiai, santri mukim, pondok atau asrama, masjid atau musala, dan kajian kitab kuning atau Dirasah Islamiyah dengan Pola Pendidikan Muallimin,” jelasnya.

Tentang PMA Pendidikan Pesantren, Waryono menjelaskan bahwa regulasi ini antara lain mengatur tentang jalur, jenjang, dan bentuk pendidikan pesantren. Ada dua jalur pendidikan pesantren, yaitu: pendidikan formal dan atau nonformal. Pendidikan formal dilaksanakan dalam jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, dalam bentuk satuan Pendidikan Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal, dan Ma’had Aly.

“Pendidikan pesantren jalur non formal diselenggarakan dalam bentuk Pengkajian Kitab Kuning dan bentuk lain yang terintegrasi dengan pendidikan umum,” jelasnya.

Ma’had Aly diatur secara khusus dalam PMA 32 tahun 2020. Ma’had Aly adalah pendidikan pesantren jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pesantren dan berada di lingkungan pesantren. Ma’had Aly mengembangkan kajian keislaman sesuai kekhasan pesantren yang berbasis Kitab Kuning secara berjenjang dan terstruktur.

“Ma’had Aly menyelenggarakan pendidikan akademik pada program sarjana atau marhalah ula, magister atau marhalah tsaniyah, dan doktor atau marhalah tsalisah,” terang Waryono.(Humas)

Profil Redaksi

Redaksi

Box Redaksi

Pelindung /Penasehat

1. Kombes Pol (P) Jhon Hendri

2. Danial Koo (Chairman Pasific Group)

Pembina

1. Firmansyah Malki SE, MM

2. Anggoro Budiman (Direktur Pasifik Group)

 

 

Pemimpin Redaksi/Pimpinan Umum/Penanggung Jawab :

HAIDAR LAKORO S. Pd

Redaktur Pelaksana :

HENDRY HOSANG

Redaktur :

Isyadi

Kepala Bagian Pengembangan dan Investigasi :

 

Wakil Kepala Pengmbangan dan Investigasi :

Dodi Suhendri

Redaktur Eksekuti :

1. M. Amin Marcel, 2, Teguh Nurcahyo

Redaksi :, 

Hajirin,  Yus Rinaldi, Mujahidin Saleh, Asril Tatande

Kepala Perwakilan DKI : Bambang Jaya Laksana

Kepala Perwakilan Jabar : Dudi Surachman

Wartawan Perwakilan : Deni, Dedi, IM Gunawan, Dede,Fitri Yani

Kabiro Kab. Bandung : Agus Kusnadi, Kabiro Kota Bandung : Sukarso, Kabiro Sumedang : Acil Hernis, Kabiro. Wakabiro Sumedang : Edi Hariyadi. Wartawan Sumedang  : Usep Jamaludin SAg, Yusuf Afifudin, Fuad Abdurrahman, Akhmad Taufik Hidayat.  Garut : Syarif Paliba, Wartawan Garut : Budiyanto, Dadang Suherman, Kabiro Majalengka : Yeyet, Kabiro Cianjur : Kikim Sukmawan, Kabiro Sukabumi : Ejang, Wartawan Sukabumi :Abdulloh, Heri Setiawan, Saripudin, Dedih Darmawan, Yogi Sapta Nuryaman, Ukan Setiawan, Babas s., Ucup Supriadi, Eman Suparman, Entis Sutisna, Nadi Alpiansyah.Ade Abdul Rahman, Rizwan, Rifki Ardiansyah, Surya dan SuryanaEjang,  Kabiro Indramayu : Tirmo Kabiro Karawang : Fauzi

Kepala Perwakilan Jawa Timur : Agus Yulianto

Wartawan Perwakilan Jatim : M. Markus I

Kabiro Banyuwangi : Basri, Korwil Madura : Zainal ZA, Kabiro, Akhmad Sudaryanto, Suhartono, Kabiro  Mataraman : Purwanto

Kepala Perwakilan Jawa Tengah : Riswanto

Kabiro Purwekerto : Mbah Joko, Kabiro Purbalingga : Riswanto, Kabiro Banjarnegara : Keris Purnomo, Kabiro Kebumen : Dr. Tri Pujo, Kabiro Kota Tegal : Roy, Kabiro Wonosobo : Yusup Khoiron

Kepala Perwakilan Sulut : Hendra Tololiu

Wartawan Perwakilan Manado, : Rusdianto Tioki, Chris Pendong

Kabiro BMR, Gun Mokodongan, Wartawan : Thomas Sundayo,Euris Maurit Lokong. Kabiro Sangihe Talaud : Benyfacius Sasiang

Kepala Perwakilan Gorontalo : 

Kepala Perwakilan  Sulawesi Selatan : M. Andi  Ahsan

Kepala Perwakilan Kalimantan Selatan : MUslim Naim

Kepala Perwakilan Kalimantan Timur : H. Agus Salim SH

Kepala Perwakilan Kalimantan Barat : Saidul Amri

Wakil Kaper : Franki Yakob

Kepala Perwakilan Nusa Tenggara Barat : Budiman

Kabiro Lombok Tengah , Kabiro Lombok Timur : Wartawan Lotim : Samsul Bahri, Suyanto Sutrisno , Kabiro Lombok Utara,: Suparwadi, Wartawan : Supardi,  Kabiro Sumbawa Besar :   Kabiro Dompu : , Kabiro Bima :  . Editor : 

Kepala Perwakilan Bali : I. Made Suastika

Wartawan Perwakilan Bali :I Ketut Chandra Kurniawan SH, Bambang Is Haryadi, A A N Gd Eka Paramitha P, I. Kade Agus Teja N, Opan

Kepala Perwakilan Sumut : Hary Budiono

Koordinator Wil I : Harno Pijati, Wartawan Sedang Bedagai : Rafii Saragih, Ali Lubis, Kabiro Labuhan Baru : Toyang Tobing

Kepala Perwakilan Riau  : Azhar

Kepala Perwakilan Sumatera Selatan : Lubis

Kepala Perwakilan Lampung : Yusup Budiono

Kepala Perwakilan Banten  Heri Iskandar

Wartawan Banten : Deddy Haryadi.

Kabiro Tangerang Selatan : Deni Ramdani. Wartawan Tangsel : Agus Sunanto, Dede Mohammad Nazmi W:artawan Tangerang Raya : Hadi Jatmiko.

Kepala Perwakilan Kepulauan Riau : Ipur Satriawan

Kabiro Batam : Zulkani. Wartawan Batam : Rafael Sabon Payon

 


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook