oleh

Abaikan Tujuan PTSL, Ini Yang Dilakukan Lurah Girian Indah. Sonny Pandey : Semoga Pak Wali Kota Bitung Bisa Membantu Kami

-Daerah-44 1500 views

Bharindo.co.id, BITUNG – Kisruh Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) tak kunjung usai di persoalkan warga Girian Indah Kecamatan Girian Kota Bitung.

Seperti halnya yang sedang dialami Sonny Pandey, satu dari beberapa warga Girian Indah yang tidak terima tanah miliknya terbit sertipikat atas nama orang lain, Senin (17/01/2022).

“Yang tinggal sekarang ditanah itu pada dasarnya mereka tahu bahwa tanah itu adalah milik kakak saya sesuai surat penunjukan kapling Nomor 171 atas nama Djonny Pandey, mereka hanya pinjam tanah itu dan itu mereka tau bahkan mengakui itu sebelum ada sertipikat”,terang Sonny sambil memperlihatkan surat penunjukan kapling milik kakaknya kepada media.

Lanjut Sonny, pada saat pendataan PTSL dirinya selaku kuasa dari kakaknya sudah melaporkan hal ini di kelurahan dengan harapan pihak kelurahan bisa menyelesaikannya dengan baik tanpa ada yang merasa dirugikan. Namun sangat disayangkan malah dia kehilangan tanah yang sudah dimiliki kakaknya sejak 6 tahun yang lalu.

“Lurah sebagai pemerintah harusnya bijaksana, berdiri pada kebenaran tanpa memihak salah satu antara kami. Harus dipastikan terlebih dahulu pemilik tanah sah sebelum mengambil keputusan, ini malah Lurah yang bawa berkas mereka ke BPN dengan tanda tangan batas tanah yang direkayasa, saya punya bukti”,tegas Sonny.

Tambahnya, sikap Lurah sangat bertentangan dengan tujuan dari program PTSL karena, PTSL ini sangat jelas tujuannya untuk memberikan kepastian hukum dan mengurangi serta mencegah sengketa dan konflik pertanahan.

“Saya berharap Pak Wali Kota dan Wakil Walikota Bitung terbuka mata dan hatinya untuk membantu masalah yang saya hadapi sekarang ini”,pungkas Sonny.

Terpisah, keluarga Rivandy merupakan keluarga yang menempati tanah dari keluarga Pandey saat ditemui awak media yang diwakili istrinya mengatakan bahwa mereka menempati tanah tersebut statusnya pinjam/sewa per tahun.

“Kami tinggal ditanah ini sudah 2 tahun lebih lamanya dan itu atas ijin RT Edi, selama kami tinggal disini sewa pertahun bahkan kami disuruh RT Edy untuk bangun rumah, pada saat pendataan dan pengumpulan berkas PTSL juga atas petunjuk dan arahan Lurah jadi saya rasa tidak masalah lagian tanah ini juga tanah negara”,tutupnya.

Terlihat, Lurah dengan muka geram memarahi Sonny saat diwawancarai dan memberikan keterangan kepada awak media.

“Jangan bagitu ngana Sonny, Kiapa ngana mo bacirita deng wartawan Marijo jangan bacirita disini”,Ucap lurah sembari menarik tangan Sonny.

Lurah Girian Indah Lintje Sanger, S.Sos saat itu juga berada di halaman kantor BPN ketika dihampiri langsung bergegas pulang dan terlihat buru buru dengan alasan menghadiri duka.
Namun upaya menghubungi lewat akun WhatsAppnya tetap dilakukan hingga berita ini tayang, Lurah belum memberikan jawaban atas pertanyaan media ini. (rus***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed